Manajemen Proyek dan Manajemen Konstruksi (1)

21 August 2010 · 0 comments
Manajemen Proyek dan Manajemen Konstruksi, Banyak sekali definisinya yang beredar tentangnya, tetapi akan saya coba menyederhanakan beberapa definisi yang baku tentang Manajemen Proyek dan Manajemen Konstruksi :

Manajemen Proyek

  • Cara mengorganisir dan mengelola sumber penghasilan yang penting untuk menyelesaikan proyek. 
  • Penerapan ilmu pengetahuan, keahlian dan ketrampilan, cara teknis yang terbaik dan dengan sumber daya untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan agar mendapatkan hasil yang optimal dalam hal kinerja, waktu, mutu dan keselamatan kerja. 
  • Seni mengontrol baik hal selama proyek, dari sejak dimulai sampai dengan selesai proyek tersebut.
  • Gabungan antara sumber daya manusia, material, machine dan modal/biaya dalam suatu wadah organisasi untuk mencapai tujuan dalam sasaran dan mutu.
Kemajuan dan perkembangan dalam industri konstruksi khususnya, mendorong untuk melakukan beberapa pengelolaan manajemen yang dituntut memiliki Kinerja, Kecermatan, ke-Ekonomisan, Kecepatan, Ketepatan, Ketelitian serta Keamanan yang tinggi dalam mengelola sebuah proyek.

Manajemen suatu kegiatan baik investasi kecil maupun besar dalam skala proyek memerlukan suatu metode yang sudah teruji, sumber daya yang berkualitas dan penerapan ilmu pengetahuan yang tepat.

Sifat dari suatu proyek adalah bersifat sementara, dan dalam kurun waktu yang dibatasi.

Suatu proyek biasanya terjadi karena suatu keperluan yang mendesak karena tuntutan pengembangan dari suatu lokasi tertentu ataupun hasil dari kemenangan mengikuti proses tender.

OK, disini Jenis proyek dikelompokkan berdasarkan komponen kegiatan utama dan hasil akhirnya, yaitu :

1. Proyek konstruksi.
Hasilnya berupa pembangunan jembatan, gedung, jalan raya, dsb.

2. Proyek Industri Manufaktur.
Kegiatannya mulai dari merancang hingga terciptanya suatu produk baru.

3. Proyek Penelitian dan Pengembangan.
Melakukan penelitian dan pengembangan hingga tercuptanya sebuah produk tertentu dengan tujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan suatu produk, pelayanan atau suatu metode tertentu.

4. Proyek Padat modal.
Suatu proyek yang memerlukan modal yang besar. Misalnya pembebasan tanah, pembelian dan pengadaan suatu barang, pembangunan suatu fasilitas produksi dsb.

5. Proyek Pengembangan Produk Baru.
Merupakan gabungan dari proyek penelitian dan pengembangan dengan proyek padat modal.

6. Proyek Pelayanan Manajemen.
Berhubungan dengan fasilitas nonfisik atau jasa dari perusahaan. Misalnya pengembangan sistem informasi perusahaan, Peningkatan produktivitas dari karyawan, dsb.

7. Proyek Infrastruktur.
Penyediaan kebutuhan masyarakat luas dalam hal prasarana transportasi, Waduk, pembangkit listrik, instalasi telekomunikasi dan penyediaan sumber air minum.

Dalam Manajemen Proyek, perlunya pengelolaan yang baik dan terarah karena suatu proyek memiliki Keterbatasan, sehingga tujuan akhir dari suatu proyek bisa tercapai. Yang perlu dikelola dalam area Manajemen Proyek yaitu biaya, mutu, waktu, kesehatan dan keselamatan kerja, sumberdaya, lingkungan, resiko dan sistem informasi.

Penjelasan diatas dapat dirangkum menjadi tiga bagian, Suatu Proyek agar bisa terlaksana dengan baik diperlukan :
1. Perencanaan
2. Penjadwalan
3. dan Pengendalian Proyek

Ketiganya akan saya jabarkan di artikel selanjutnya, sekaligus penjelasan untuk Manajemen Konstruksi dan Tutorial Penggunaan Microsoft Project untuk membantu dalam Proses Perencanaan, Penjadwalan dan Pengendalian Proyek.

Terima Kasih ya..

Read More - Manajemen Proyek dan Manajemen Konstruksi (1)

Tutorial SAP2000 for Oil and Gas

08 August 2010 · 0 comments
Apa kabar teman – teman Engineering? bagaiman proses pembelajaran Anda semua? sukses semua kan? ok lah, lama sekali rasanya ya saya tidak publish artikel diblog ini, tetapi saya yakin artikel kali ini bisa mengobati kekosongan materi beberapa waktu kemarin.

Sesuai dengan judul diatas Tutorial SAP2000 for Oil and Gas, saya akan membagikan tutorial penggunaan Software SAP2000 untuk bidang Oil and Gas, yang sebelumnya pernah saya bahas tentang Dasar - Dasar penggunaan Software SAP2000, Metode terbaru SAP2000 yang analitis dan dengan desain algoritma secara langsung menjawab kebutuhan industri rekayasa Oil and Gas. yang sebelumnya telah dikuasai oleh beberapa software engineering : seperti SACS 5.2, keluaran EDI-SACS (Engineering Dynamics), PDMS 12 (Plant and Design Management System), dan berbagai macam variasi software engineering yang lain, akhirnya kita pun jadi latah, apa yang sebaiknya kita gunakan?.

Dari CSI (Computer & Structure, Inc.) sendiri banyak varian untuk software perhitungan struktur, seperti contoh :
  1. SAP2000 Bridge Design - Integrated 3D Bridge Design Software
  2. SAP2000 - Integrated Software for Structural Analysis & Design
  3. ETABS - Integrated Analysis, Design and Drafting of Building System
  4. SAFE - Integrated Design of Flat Slabs, foundation mats & Spread Flootongs
  5. Perform 3D - Nonlinear Analysis and Performance assessment for 3D Structures
  6. CSI Col - Design of simple and complex reinforced concrete columns
SAP2000, untuk penggunaan bidang Oil and Gas, mempunyai analytical fitur termasuk kemampuan untuk mendesain :
  • Percepatan rotasi akibat pitch, roll dan yaw (simpangan).
  • Disain struktur linier atau nonlinear snap-melalui analisis buckling.
  • Menghitung respons frekuensi-domain untuk pembebanan berkala harmonik dan non-harmonik.
  • Menghitung respon kepadatan spektral daya.
  • Menerapkan loading gelombang otomatis dan API 4F beban angin, Pushover analisis dan banyak lagi
  • Penggunaan standar API 4F, API 2A (struktur lepas pantai) dan Norsok N-004 (struktur lepas pantai) memungkinkan engineering untuk mengoptimalkan desain dengan akurasi yang lebih besar dan tepat.
Untuk artikel kali ini, kita akan lebih fokus tentang Automatic Wave Loads & Tubular Steel Frame Punching Load, apa ini? :).
Wave Loads & Punching Load adalah dasar dari ilmu dinamik untuk SAP2000, karena bebannya yang bersifat periodik, berbeda sekali dengan Dead Load dan Live Load yang sering kita gunakan.

Berikut adalah artikel yang bisa didownload dan dipelajarin step by stepnya,
Punching Loads :
1. Punching Load Check  ... download & read
2. Punching Load Assignments  ... download & read
3. Interactive Punching Load Check  ... download & read
4. API RP2A-LRFD97 Punching Load Check  ... download & read
5. WSD2000 Check – Nominal Load Method  ... download & read
6. WSD2000 Check - Punching Shear Method  ... download & read

Wave Loads :
1. Calculation of Wave Load Values  ... download & read
2. Defining Wave Loads  ... download & read
3. TN Material Stress Strain Curves  ... download & read
4. Wave Load Display Plots and Tables  ... download & read
5. Wave Load Overview  ... download & read

Jika teman – teman bisa menguasai dengan baik Punching Loads dan Wave Loads diatas, itu bisa menjadi dasar untuk mendesain struktur lepas pantai, ataupun struktur yang terpengaruh oleh gelombang laut.
Ok, selamat menjalani pengalaman baru untuk mendesain, dalam waktu dekat akan saya share tentang SAP2000 lagi, yaitu tentang Pushover Analysis.
Sampai Jumpa yah… semoga Sukses Semua…
Read More - Tutorial SAP2000 for Oil and Gas

Tutorial SAP 2000 (bag.2)

02 March 2010 · 0 comments
Program SAP2000 dibuat untuk menghitung sebuah struktur dengan mendukung berbagai desain kode untuk otomatisasi desain struktur beton, baja serta material yang lain secara nasional dan internasional terbaru. Seperti yang sudah saya jelaskan di Tutorial SAP2000 (bag.1). Kode desain ini bisa dikatakan sebagai Polisi perhitungan SAP2000, berarti anda Wajib memahami peraturan – peraturan yang sudah ditentukan untuk mendesain sebuah struktur.

Anda bisa tahu, “apakah struktur yang sedang saya desain ini aman untuk digunakan atau tidak?” , acuan untuk mengetahui bahwa desain tersebut memenuhi standar desain (Aman, Nyaman dan Ekonomis) adalah standar desain yang dikeluarkan langsung oleh CSI SAP2000 ini, dan akan saya share untuk teman – teman semua, karena saya sudah terdaftar sebagai member untuk CSI (Sepertinya begitu sih).

Teman – teman bisa "mempelajari" satu persatu, kemudian di Aplikasikan atau boleh juga hanya fokus untuk satu standar saja, itu semua tergantung pilihan. Tetapi saya TIDAK merekomendasikan teman – teman hanya untuk mempelajari satu jenis standar saja, Program SAP2000 saat ini mendukung kode desain (Standar) sebagai berikut :
  1. American Institute of Steel Construction’s “Allowable Stress Design and Plastic Design Specification for Structural Steel Buildings”, AISC-ASD (AISC 1989).
  2. American Institute of Steel Construction’s “Load and Resistance Factor Design Specification for Structural Steel Buildings”, AISC-LRFD (AISC 1994).
  3. American Association of State Highway and Transportation Officials’ “AASHTO-LRFD Bridge Design Specifications”, AASHTO-LRFD (AASHTO 1997).
  4. Canadian Institute of Steel Construction’s “Limit States Design of Steel Structures”, CAN/CSA-S16.1-94 (CISC 1995).
  5. British Standards Institution’s “Structural Use of Steelwork in Building”, BS 5950 (BSI 1990).
  6. European Committee for Standardization’s “Eurocode 3: Design of Steel Structures Part 1.1: General Rules and Rules for Buildings”, ENV 1993-1-1 (CEN 1992).
List Download :
  1. Introduction Steel Design Manual : (Table of Contents, Introduction – Overview, Design Algorithms, Design Load Combinations, Design and Check Stations, P- Effects, Element Unsupported Lengths, Effective Length Factor (K), Choice of Input Units). -download-
  2. Design for AISC-ASD89 : ( Design Loading Combinations, Classification of Sections, Calculation of Stresses, Calculation of Allowable Stresses, Calculation of Stress Ratios). -download-
  3. Design for AISC-LRFD93 : (Design Loading Combinations, Classification of Sections, Calculation of Factored Forces, Calculation of Nominal Strengths, Calculation of Capacity Ratios). -download-
  4. Design for AASHTO 1997 : (Design Loading Combinations, Classification of Sections, Calculation of Factored Forces, Calculation of Nominal Strengths, Calculation of Capacity Ratios). -download-
  5. Design for CISC94 : (Design Loading Combinations, Classification of Sections, Calculation of Factored Forces, Calculation of Factored Strengths, Calculation of Capacity Ratios). -download-
  6. Design for BS 5950 : (Design Loading Combinations, Classification of Sections,
    Calculation of Factored Forces, Calculation of Section Capacities, Calculation of Capacity Ratios). -download-
  7. Design for EUROCODE 3 : (Design Loading Combinations, Classification of Sections, Calculation of Factored Forces, Calculation of Section Resistances, Calculation of Capacity Ratios). -download-
  8. Design Output (Graphical Display of Design Output, Tabular Display of Design Output, Member Specific Information). -download-
Didalam setiap Standar terdapat Description of Notations (Keterangan Notasi) jadi tidak perlu mencari lagi maksud dari Symbol – Symbol didalam rumusnya, Definition of Geometric Properties (gambar profil dan keterangannya), Penurunan rumus – rumus sampai dengan rumus bakunya. jadi disinilah tempat yang paling pas untuk belajar. 

Terakhir Intermezo dari saya : Teman – teman yang sekarang masih kuliah boleh mengabaikan standar – standar diatas, alias tidak mau dulu belajar karena terlalu banyak rumus – rumusnya, tetapi akan sangat terasa sekali sewaktu teman – teman semua sudah bekerja nanti, bahwa standar diatas sangat – sangat dibutuhkan dan sangat berguna sekali untuk mendesain. seperti yang saya alami sekarang :) . Kata pepatah : "Penyesalan selalu terjadi di Akhir sebuah peristiwa", kalau sudah begitu keadaannya "Anda Bagaikan Telur diujung Tanduk", Akhirnya : "Sepandai – Pandai Menyimpan Istri Muda, Pasti Akan Tua Juga"..  :D
Read More - Tutorial SAP 2000 (bag.2)

Kumpulan Artikel Teknik Sipil (2)

03 February 2010 · 0 comments
Kita tentu semua tahu, di Indonesia terdapat ratusan Prodi Teknik Sipil di berbagai Universitas, Satu Universitas dalam satu tahun bisa menghasilkan ribuan lulusan mahasiswa teknik sipil baru, bisa dibayangkan betapa banyaknya lulusan yang serupa dengan kita, dan didalamnya pasti terdapat persaingan – persaingan yang hebat.

Logikanya, jika kita menguasai Teori Beton tingkatan expert, apakah kita yakin diluar sana tidak ada yang mempunyai kemampuan sama dengan kita? tentu saja banyak kan? untuk itulah pentingnya kita Fokus dalam suatu hal, mendalami lebih dalam lagi dengan apa yang sedang kita pelajari, sediakan waktu tersendiri untuk ini.

Di Artikel berikut ini adalah salah satu fundamental didalam prodi Teknik Sipil, tentang Dasar – Dasar ilmu Teknik Sipil, seingat saya materi ini diperoleh pada saat – saat semester 1 dan dua, jika anda sekarang sedang kuliah dan baru di semester – semester awal, seriuslah mendalami dasar – dasar materi ini, kenapa? karena ini merupakan pondasi anda untuk semester – semester selanjutnya, anda boleh santai – santai di semester akhir jika pondasi anda di semester awal bagus dan kuat, percayalah!

Materi yang akan saya share tentang Istilah – Istilah Dalam Struktur Beton, Teori Struktur Beton 1 dan Beton 2, Desain Pelat Lantai Beton, Desain Pondasi Beton, Dan Desain Balok Lantai Beton. Satu hal harapan saya, bisa berguna untuk temen – temen yang sedang study sekarang.

  1. Istilah – istilah Dalam Struktur Beton meliputi definisi dari : Agregat, Beton (Beton Bertulang, Beton-Normal, Beton Praktekan, Beton Pracetak, Beton Ringan Struktur, Beton Polos, dll), Berat Jenis, CGS, Dowel, Deking, Faktor Air Semen (Fas), Konstruksi Batu, Konstruksi Beton, Mks, Perancah (Scaffolding), Sengkang, Segregasi, Tulangan, Tulangan Polos, dan Tulangan Deform. – download detail --

  2. Daftar Terjemahan Dalam Struktur Beton diantaranya : Accelerator, Admixture, Additive, Bouwplank, Barsteel, Box, Bucket Tower Crane, Bleeding, Bendraat, Batching Plant, Conveyor, Cofferdam, Cast in situ, Doka, Hoist, Mold, Mix Design, Post-Tension, Retarder, Rapid Klam, Speady, Slump, Shear Connector, Strands, Sand Blasting, Shop Drawing, Site-Plan, Wires, dan Workability. – download detail --

  3. Teori Struktur Beton 1 dan Beton 2 yang akan menjabarkan : PERENCANAAN GESER DAN TORSI BALOK (Identifikasi jenis torsi, Menentukan kuat momen torsi nominal (Tn), Bila Puntir Murni + Geser + Gaya Aksial, Menghitung perbandingan luas tulangan torsi dan jarak sengkang, Menentukan tulangan geser + torsi, Menentukan tulangan torsi memanjang, dan Kriteria tulangan geser dan torsi), PERENCANAAN KOLOM TUNGGAL (Perencanaan Kolom Pendek, dan Kolom Langsing). – download detail --

  4. Desain Pelat Lantai Beton meliputi : Beban Mati, Beban Hidup, Beban Ultimit, Kondisi Batas, Momen Ultimit, Tulangan Lx, Tulangan Ly, Kontrol Mn, dan Tulangan bagi / susut. download detail --

  5. Desain Pondasi Beton akan membahas : Geser 1 Arah, Geser 2 Arah, Tulangan Lentur, dan Cek Beam Joint Kolom. – download detail --

  6. Desain Balok Lantai Beton yang isinya : DESAIN TULANGAN RANGKAP (Tulangan Desak, Tulangan Tarik, dan Kontrol Momen), MOMEN KAPASITAS (Momen Kapasitas Negatif dan Momen Kapasitas Positif). – download detail --
Yang saya jabarkan diatas adalah dasar – dasar pengetahuan untuk memperluasan wawasan kita tentang istilah – istilah didalam perhitungan konstruksi dan pada saat eksekusi pekerjaan konstruksi itu sendiri.
Read More - Kumpulan Artikel Teknik Sipil (2)

Tutorial SAP 2000 (Bag.1)

31 December 2009 · 0 comments


Sebelum memasuki materi tentang SAP, saya akan sedikit bercerita sebagai awal semangat di "Tahun 2010" ,
Ada teman saya yang kebetulah masih muda (seperti saya lah, hehe...) yang bekerja di sebuah perusahaan raksasa Oil and Gas di Indonesia, dalam waktu 1 tahun kemarin beliau berhasil memimpin ratusan bahkan ribuan karyawan dengan baik, dengan rendah hati, sehingga sekarang beliau menjadi top management di Perusahaan tersebut, dan ternyata lagi beliau juga berhasil menyelesaikan studynya untuk jenjang Master, dan dari cerita beliau, beliau juga mempunyai sebuah perusahaan kecil - kecilan di jakarta, tapi menurut saya itu tidaklah kecil, dan hebatnya lagi beliau juga mempunyai keluarga yang harmonis, bisa menjadi kepala keluarga yang disayangi keluarganya, Apakah itu hanya "kebetulan" semata? Tidak!!, 
Tetapi Hebatnya lagi saya juga mempunyai teman, yang dalam 1 tahun kemarin jangankan mengurus orang lain, untuk mengurus dirinya sendiri aja tidak beres - beres, kalau bertemu dengan teman - temannya yang dia bicarakan hanya keluhan - keluhan dia saja,
mereka sebenarnya tidak berbeda, dalam 1 hari mereka juga mempunyai 24 jam, mempunyai waktu yang sama, tetapi kenapa pencapainnya berbeda?
"ITU HANYA MASALAH BAGAIMANA MEREKA MENGHARGAI WAKTU" kita sama - sama memiliki waktu dalam 1 hari 24 jam, tetapi tidak semua dari kita bisa menghargai waktu tersebut dengan baik, so Gunakanlah waktu sebaik - baik mungkin,
Amat sangat jarang sekali orang - orang yang sukses ketika dia bekerja, belajar, sambil mengerjakan hal lain, contohnya bekerja sambil ber-Facebook, sambil download mp3, sambil melihat - lihat gambar yang indah, hal - hal itu boleh dilakukan tetapi dalam waktu - waktu tertentu, jangan biarkan FOKUS anda pada pekerjaan  hilang hanya karena ingin iseng - iseng melakukan hal - hal tersebut. sediakanlah waktu tersendiri untuk itu, dan juga sediakanlah waktu tersendiri untuk membaca materi blog CEC ini. hehehe...

 Ok, Ilmu Teknik Sipil khususnya struktur tidak akan lepas dari sebuah software perhitungan yang bernama SAP (Structural Analysis Programme), sampai hari ini Software SAP 2000 yang saya temui sudah versi ke-14 jadi bagi anda yang masih menggunakan versi 11, berarti anda ketinggalan kereta, tapi bukan itu masalahnya, masalahnya adalah bagaimana anda bisa mengoperasikan software dasar dari SAP 2000 tersebut. dan bisa mem-validasi apakah software yang anda gunakan mengeluarkan data output yang benar, karena itu mutlak hukumnya bagi seorang engineer untuk mengetahuinya, mengutip kata dari dosen saya, "Komputer itu hanya sebuat Alat saja, Jika yang kamu masukan sampah maka yang keluar juga sampah". nah untuk itulah kita dituntut untuk mengetahu apakah data input yang kita assign dalam SAP2000 tersebut tepat.
Berikut adalah beberapa panduan bagi anda yang ingin mendalami software SAP2000, ada beberapa kasus/problem yang ada, mungkin ada beberapa yang anda butuhkan atau mungkin semua, silahkan download saja, tentu saja free, karena sebagai anniversary di awal tahun 2010.

  1. Problem A - Concrete wall and steel frame ... Download
  2. Problem B - Concrete wall ... Download 
  3. Problem C - Truss Frame ... Download 
  4. Problem D - Inclined Support ... Download 
  5. Problem E - Steel Rods ... Download 
  6. Problem F - Wall Resisting Hydrostatic Pressure ... Download 
  7. Problem G - Frame with Support Displacement ... Download 
  8. Problem H - Reinforce for Concrete Beam ... Download 
  9. Problem I - Prestressed Concrete Beam ... Download 
  10. Problem J - Beam on Elastic Foundation ... Download 
  11. Problem K - Steel Moment Frame ... Download 
  12. Problem L - Periodic Loading ... Download 
  13. Problem M - Flate plate in the X Y plant ... Download 
  14. Problem N - Frame shear wall interaction ... Download 
  15. Problem O - Isolated Building Non Liniear Time History Analysis ... Download 
  16. Problem P - Critical Buckling Loads ... Download 
  17. Problem Q - Three Frames ... Download 
  18. Problem R - Bridge With Moving Loads ... Download 
  19. Problem S - Finite Element Model of Steel Beam with Web Opening ... Download 
  20. Problem T - Dome Cyclindrical Structure ... Download 
  21. Problem U - Barrel Voulted Structure ... Download 
  22. Problem V - Temparture Loading ... Download 
  23. Problem W - SImple Beam with Trapozoidal Load ... Download 
  24. Problem X - Through Truss Bridge ... Download 
  25. Problem Y - Response Spectrum Analysis for Single Degree of Freedom ... Download 
  26. Problem Z - Response Spectrum Analysis ... Download 
Untuk bagian pertama ini saja, dalam waktu dekat, jika tidak ada aral-melintang akan saya upload standard yang digunakan untuk mendesain struktur baja dan beton menggunakan SAP2000, yaitu ACI, ASD, dan LRFD.

Do'a saya untuk teman - teman semua, semoga Tahun 2010 semua lebih sukses, lebih bahagia dan lebih bermakna.
Read More - Tutorial SAP 2000 (Bag.1)

MENGHITUNG BIAYA PENGELASAN

18 November 2009 · 0 comments

Bagi suatu perusahaan dibidang Steel Construction dan Steel equipment manufacturer, biaya pengelasan menjadi salah satu item yang sangat diperhatikan disamping harga dari materialnya. Untuk menghitung biaya pengelasan per kg logam las (weld metal), beberapa data yang perlu kita ketahui adalah :

 1. Biaya Pegawai dan Overhead per jam
Pada umumnya klien tidak mempunyai data ini yang akurat dan detail, namun biasanya mereka mempunyai data dengan nilai “Kira-kira”. Untuk sementara data “kira-kira” bisa kita pakai untuk menghitung.
2. Deposition Rate (Kg/Jam)
Yang dimaksud dengan “Deposition Rate” adalah berat logam las yang dapat dihasilkan dalam satuan waktu (Jam). Biasanya masing-masing manufacturer mempunyai data Deposition Rate produknya untuk setiap type.
3. Operating Factor (%)
Yang dimaksud dengan “Operating Factor” adalah persentasi dari jumlah jam kerja seorang welder untuk pekerjaan las. Maksudnya, jika total jam kerja seorang welder 8 jam perhari, dan welder tersebut bekerja menyalakan api las selama 2 jam, maka Operating Factor dari welder tersebut adalah 2/8 x 100% = 25%.
Dari hasil pengalaman, biasanya nilai operating factor untuk SMAW = 30%, GMAW dan FCAW (manual) = 45% dan untuk GMAW dan FCAW (automatic) = 75%.
4. Harga Kawat Las Per Kg
Harga ini disesuaikan dengan lokasi dan tujuan penawaran
5. Deposition Efficiency (%)
6. Gas Flow Rate (Ltr/min)
Untuk GMAW ( Solid Wire ) dan FCAW diameter = 16 Ltr/Min.
7. Harga Gas per liternya


RUMUS MENGHITUNG BIAYA PENGELASAN PER KG LOGAM LAS :
Kita ambil contoh kasus :
Sebuah perusahaan kontraktor ingin melakukan pekerjaan pengelasan menggunakan proses SMAW dengan kawat las AWS E.7018 diameter 3,2 mm dengan harga Rp. 12.500,- per Kg. Jika diketahui, Biaya pegawai dan overhead perusahaan per jamnya Rp. 40.000,- => Berapa biaya pengelasan per kg logam lasnya ?
BIAYA
RUMUS
NILAI
Pegawai dan Overhead
Gaji dan Overhead                            
Deposition Rate x Operating Factor

Kawat Las
Kawat Las (kg)         
Deposition Efficiency

Gas
Gas Flow Rate (kg)
Deposition Rate

Total Biaya



Jawab :
Dari tabel bisa kita ketahui bahwa untuk pengelasan E.7018 diameter 3,2 mm, jika digunakan ampere sebesar 120 Amps, maka nilai Deposition ratenya adalah 1,2.
Kg/jam dengan Deposition Efficiency : 62% dan Operating factor = 30%.
Dengan menggunakan Rumus diatas, maka didapat :
Biaya Pegawai dan Overhead : Rp. 40.000,- / (1,2 x 0,3) = Rp. 111.000,-
Biaya Kawat Las                        : Rp. 12.500,- / 0,62           = Rp. 20.160,-
Total Biaya Pengelasan per kg logam las                         = Rp. 131.160,-
Rumus perhitungan diatas bisa juga anda aplikasikan jika pengelasan dilakukan dengan GMAW, FCAW ataupun SAW. Demikian, semoga bermanfaat bagi anda.
Read More - MENGHITUNG BIAYA PENGELASAN

Mention Me for Question

Recent Coments

Followers

Man Behind This Blog

My Photo
Feri Noviantoro
Saat ini penulis Bekerja sebagai Civil & Structure Engineer di Bidang Oil & Gas, meskipun pada awal karir tidak langsung kedunia engineering, tetapi pemahaman dan pengetahuan tentang engineering tidaklah hilang, sudah lebih dari 4 Tahun bergelut dengan dunia struktur, dan sempat menjadi pengajar untuk Teknik Rancang Bangun (AutoCAD 2D&3D, SAP2000, RAB) saat masih kuliah, penulis sekarang aktiv dalam Research and Development Program untuk beberapa software Structure Dynamics dan Drawing untuk Structural Detailing.
View my complete profile