Kumpulan Artikel Teknik Sipil (1)

04 September 2009 · 0 comments
Mungkin beberapa file berikut anda butuhkan untuk mendesain.
  1. Table Profil Baja WF - Download...
  2. Standard Warna Pengecatan RAL Colours - Download... 
  3. Analisa Harga Satuan, Rencana Anggaran Biaya, Metode Pelaksanaan Konstruksi - Download... 
  4. Tutorial STAADPro - Download... 
Selamat mendownload dan mengaplikasikannya dalam mendesain Anda.

Salam,
Feri Noviantoro
Read More - Kumpulan Artikel Teknik Sipil (1)

TV ONE Memang Beda!!

03 September 2009 · 5 comments
Kenal dengan gambar disamping?
Saya ambil gambar ini dari TV kamar saya malam tadi. Harus diakui, sudah menjadi ritual malam, setiap mau istirahat malam, saya langsung “Channel in” ke Apa Kabar Indonesia… Rasanya ada yang kurang kalau tidak melihatnya… Dan presenter favorit saya ya Grace Natalie… Presenter laki nya boleh gantian, tapi ceweknya mesti dia… Kalau enggak, kayak ada yang kurang…

presenter berita atau bahasa keren nya anchor bukan ancur, Grace Natalie adalah presenter berita idola saya. Dengan gaya nya yang lugas, pembicaraan nya yang menyenangkan, apalagi kecantikan nya yang membuat setiap acara yang dibawakan nya selalu menarik dan nyaman.
Seperti kemarin waktu lagi heboh berita tentang bom ritz carlton dan jw marriott, sebenarnya beritanya tragis dan mengenaskan tapi anehnya saya melihat beritanya sambil senyum2 sendiri, beritanya jadi ga mengenaskan lagi... hehe...

Tapi harus diakui, TVOne memang baru masuk ke persaingan TV yang sudah sangat jenuh, tapi bisa “berbeda” ! Apa Kabar Indonesia adalah salah satunya yang membuat Perbedaan itu. Dengan demikian, Branding TVOne lantas jadi jelas ! AKI keliatan tajam, seimbang dan updated. Selain itu, karena warna nya berani dan lokasi “live” nya ada di pusat kota, AKI jadi makin bisa “getting out of the crowd”.


Sukses untuk TVOne dan juga Grace Natalie
Read More - TV ONE Memang Beda!!

STANDARD PENGECATAN

02 September 2009 · 0 comments
Didalam sebuah proyek konstruksi terutama didalam finishing strukturnya, maka proyek tersebut tidak akan jauh dari pengecatan, tetapi dalam pengecatan kita harus menggunakan standard yang ada.

Disini saya akan membagikan standard yang sering saya gunakan untuk melaporkan desain, warna cat apa yang akan digunakan, saya terbiasa menggunakan RAL.

RAL (color space system), RAL adalah sistem pencocokan warna yang digunakan di Jerman. RAL mengacu pada sistem CLASSIC RAL, terutama digunakan untuk lapisan pernis dan bubuk.


1. RAL CLASSIC
Pada tahun 1927 RAL (Reichsausschuß für Lieferbedingungen und Gütesicherung) "(Komisi Negara untuk Pengiriman Syarat dan Jaminan Mutu) menemukan sebuah koleksi 40 warna dinamakan "840 RAL". Sebelum itu produsen dan pelanggan harus pertukaran sampel untuk menggambarkan sebuah warna, sedangkan dari itu mereka akan bergantung pada angka.

Pada tahun 1930 berubah seragam untuk empat digit dan koleksi itu diganti namanya menjadi "840 RAL R" (R untuk direvisi). Dengan terus-menerus ditambahkan ke koleksi, itu direvisi lagi pada tahun 1961 dan berubah menjadi "840 RAL HR", yang terdiri dari 210 warna dan sedang digunakan untuk hari ini. Tahun 1960-an diberi warna nama-nama tambahan untuk menghindari kebingungan dalam kasus dialihkan digit.

Sebagai "840 RAL HR" hanya ditutupi cat matte tahun 1980-an melihat penemuan "841 RAL-GL" bagi permukaan mengilap, terbatas pada 193 warna. Sebuah kriteria utama untuk warna dalam CLASSIC RAL koleksi adalah menjadi yang "terpenting". Oleh karena itu sebagian besar warna dalam hal ini digunakan pada peringatan dan rambu lalu lintas atau yang didedikasikan untuk pemerintah lembaga dan pelayanan publik (misalnya: RAL 1004 - Swiss Postal Service, RAL 1021 - Austria Postal Service, RAL 1032 - Jerman Postal Service). Digit pertama berkaitan dengan keteduhan warna: 

2. RAL F9
Koleksi ini, yang mengikuti penamaan RAL CLASSIC, diciptakan pada tahun 1984. Itu hanya terdiri dari 3 warna (RAL 6.031 - perunggu, RAL 8.027 - kulit, RAL 9.021 - tar), yang digunakan oleh militer Bundeswehr kamuflase coating. 

3. RAL DESIGN
Pada tahun 1993 sebuah sistem pencocokan warna baru diperkenalkan, disesuaikan dengan kebutuhan arsitek, perancang dan pengiklanan. Ini dimulai dengan 1688 warna dan direvisi untuk 1625 warna. Bertentangan dengan sistem sebelumnya RAL fitur DESAIN tanpa nama dan penomoran mengikuti skema yang didasarkan pada ruang warna CIELAB. Setiap warna diwakili oleh 7 digit, yang dikelompokkan dalam rangkap tiga dan 2 pasang, mewakili rona, kecerahan dan saturasi. Warna RAL RAL DESIGN CLASSIC dan tidak berpotongan. 


4. RAL EFFECT
EFEK RAL padat terdiri dari 420 warna dan, 70 metalik warna. Ini adalah koleksi pertama dari RAL harus didasarkan pada sistem cat ditularkan melalui air. Terbuat dari logam berat seperti timah, cadmium dan chromates. Yang baru dikembangkan, multifungsi warna kipas ganda RAL E2 menggarisbawahi karakter RAL EFFECT. EFEK RAL eko-efisien memungkinkan produksi warna untuk semua cat dan pernis produsen. 

5. RAL DIGITAL
Software untuk arsitek, interior dekorator dan semua orang yang berurusan dengan warna dalam cara yang kreatif. Ini ingintegrasikan warna RAL CLASSIC, RAL EFFECT dan RAL DESIGN ke grafis dan CAD programms. 

6. RAL Colour Feeling
"Warna 09/10" dirancang sebagai alat perencanaan profesional untuk desainer, arsitek, interior desainer, interior dekorator dan pelukis. Hal ini dimaksudkan untuk menjadi sumber inspirasi tentang bagaimana untuk secara kreatif mengkombinasikan tren utama warna untuk dua tahun mendatang.

Jika ingin mengetahui Standard warna yang ada dan kode pewarnaan, silahkan download disini.


Selamat Mengecat,
Feri Noviantoro
Read More - STANDARD PENGECATAN

PERENCANAAN STRUKTUR BAJA (Bag.2)

28 August 2009 · 2 comments
Pada bagian 2 ini, saya mencoba melanjutkan pembahasan tentang pembebanan struktur baja, baik dari segi ketentuan, jenis beban, dan juga beban kombinasi untuk perhitungan strukturnya.


1. Ketentuan umum
Tujuan perencanaan struktur adalah untuk menghasilkan suatu struktur yang stabil, cukup kuat, mampu-layan, awet, dan memenuhi tujuan-tujuan lainnya seperti ekonomi dan kemudahan pelaksanaan.

Suatu struktur disebut stabil bila ia tidak mudah terguling, miring, atau tergeser, selama umur bangunan yang direncanakan.

Suatu struktur disebut cukup kuat dan mampu-layan bila kemungkinan terjadinya kegagalan-struktur dan kehilangan kemampuan layan selama masa hidup yang direncanakan adalah kecil dan dalam batas yang dapat diterima.

Suatu struktur disebut awet bila struktur tersebut dapat menerima keausan dan kerusakan yang diharapkan terjadi selama umur bangunan yang direncanakan tanpa pemeliharaan yang berlebihan. 

2. Beban-beban
Perencanaan suatu struktur untuk keadaan-keadaan stabil batas, kekuatan batas, dan kemampuan-layan batas harus memperhitungkan pengaruh-pengaruh dari aksi sebagai akibat dari beban-beban berikut ini:

  1. beban hidup dan mati seperti disyaratkan pada SNI 03-1727-1989 atau penggantinya;
  2. untuk perencanaan Crain (alat pengangkat), semua beban yang relevan yang disyaratkan pada SNI 03-1727-1989, atau penggantinya;
  3. untuk perencanaan pelataran tetap, lorong pejalan kaki, tangga, semua beban yang relevan yang disyaratkan pada SNI 03-1727- 1989, atau penggantinya;
  4. untuk perencanaan lift, semua beban yang relevan yang disyaratkan pada SNI 03-1727-1989, atau penggantinya;
  5. pembebanan gempa sesuai dengan SNI 03-1726-1989, atau penggantinya;
  6. beban-beban khusus lainnya, sesuai dengan kebutuhan. 
3. Kombinasi Pembebanan

Berdasarkan beban-beban tersebut di atas maka struktur baja harus mampu memikul semua kombinasi pembebanan di bawah ini:

  • 1,4D
  • 1,2D + 1,6 L + 0,5 (La atau H)
  • 1,2D + 1,6 (La atau H) ) + (γ L L atau 0,8W)
  • 1,2D + 1,3 W + γ L L + 0,5 (La atau H)
  • 1,2D ± 1,0E + γ L L
  • 0,9D ± (1,3W atau 1,0E)
Keterangan:

D adalah beban mati yang diakibatkan oleh berat konstruksi permanen, termasuk dinding, lantai, atap, plafon, partisi tetap, tangga, dan peralatan layan tetap.

La adalah beban hidup di atap yang ditimbulkan selama perawatan oleh pekerja, peralatan, dan material, atau selama penggunaan biasa oleh orang dan benda bergerak.

H adalah beban hujan, tidak termasuk yang diakibatkan genangan air.

W adalah beban angin

E adalah beban gempa, yang ditentukan menurut SNI 03–1726–1989, atau penggantinya.

dengan, L = 0,5 bila L< 5 kPa, dan γ L = 1 bila L≥ 5 kPa. Kekecualian: Faktor beban untuk L di dalam kombinasi pembebanan harus sama dengan 1,0 untuk garasi parkir, daerah yang digunakan untuk pertemuan umum, dan semua daerah di mana beban hidup lebih besar daripada 5 kPa.


Your Partner,
Feri Noviantoro
Read More - PERENCANAAN STRUKTUR BAJA (Bag.2)

Material Baja

27 August 2009 · 3 comments
Berikut ini adalah karakteristik dari material baja, baik sifat mekanis, alat sambungan untuk struktur baja. 


1. Sifat Mekanis Baja
Sifat mekanis baja struktural yang digunakan dalam perencanaan harus memenuhi persyaratan minimum yang diberikan pada Tabel dibawah. 

2. Tegangan leleh
Tegangan leleh untuk perencanaan (fy) tidak boleh diambil melebihi nilai yang diberikan Tabel dibawah. 

3. Tegangan putus
Tegangan putus untuk perencanaan (fu) tidak boleh diambil melebihi nilai yang diberikan Tabel dibawah. 

4. Sifat-sifat mekanis lainnya
Sifat-sifat mekanis lainnya baja struktural untuk maksud perencanaan ditetapkan sebagai berikut:

  • Modulus elastisitas : E = 200.000 Mpa
  • Modulus geser : G = 80.000 Mpa
  • Nisbah poisson : μ = 0,3
  • Koefisien pemuaian : α = 12 x 10E-6 ºC
5. Syarat Penerimaan baja

Laporan uji material baja di pabrik yang disahkan oleh lembaga yang berwenang dapat dianggap sebagai bukti yang cukup untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam standar ini. 

6. Baja yang tidak teridentifikasi
Baja yang tidak teridentifikasi boleh digunakan selama memenuhi ketentuan berikut ini:

  • bebas dari cacat permukaan
  • sifat fisik material dan kemudahannya untuk dilas tidak mengurangi kekuatan dan kemampuan layan strukturnya
  • ditest sesuai ketentuan yang berlaku. Tegangan leleh (fy) untuk perencanaan tidak boleh diambil lebih dari 170 MPa sedangkan tegangan putusnya (fu) tidak boleh diambil lebih dari 300 MPa.
Alat sambung 

1. Baut, mur, dan ring
Baut, mur, dan ring harus memenuhi ketentuan yang berlaku. 

2. Alat sambung mutu tinggi
Alat sambung mutu tinggi boleh digunakan bila memenuhi ketentuan berikut:

  • komposisi kimiawi dan sifat mekanisnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  • diameter batang, luas tumpu kepala baut, dan mur atau penggantinya, harus lebih besar dari nilai nominal yang ditetapkan dalam ketentuan yang berlaku. Ukuran lainnya boleh berbeda
  • cara penarikan baut dan prosedur pemeriksaan untuk alat sambung boleh berbeda dari ketentuan selama persyaratan gaya tarik minimum alat sambung dipenuhi dan prosedur penarikannya dapat diperiksa.
3. Las

Material pengelasan dan logam las harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

4. Penghubung geser jenis paku yang dilas
Semua penghubung geser jenis paku yang dilas harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

5. Baut angker
Baut angker harus memenuhi ketentuan Butir atau dibuat dari batang yang memenuhi ketentuan selama ulirnya memenuhi ketentuan yang berlaku.


Tabel Sifat mekanis baja struktural

Jenis BajaTegangan putus minimum, fu (MPa)Tegangan leleh minimum, fy (MPa)Peregangan minimum (%)
BJ 3434021022
BJ 3737024020
BJ 4141025018
BJ 5050029016
BJ 5555041013


Salam,

Feri Noviantoro
Read More - Material Baja

PERENCANAAN STRUKTUR BAJA (Bag.1)

· 1 comments
Pada bagian pertama ini saya akan mencoba menjabarkan syarat – syarat dan peraturan struktur baja. Pada bagian selanjutnya nanti akan saya bahas tentang perhitungan dan standarisasinya. Jadi jangan sia – siakan materi blog ini bagi anda para Engineering (khususnya pemula) untuk mendapatkan materi – materi tentang Teknik Sipil. Maksud saya membahas tentang Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung ini adalah sebagai acuan bagi para perencana dan pelaksana dalam melakukan pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan struktur baja.

Standar umum serta ketentuan - ketentuan Teknis Perencanaan Dan Pelaksanaan struktur baja untuk bangunan gedung, atau struktur bangunan lain yang mempunyai kesamaan karakter dengan struktur gedung. Tata cara ini mencakup:
  1. Ketentuan-ketentuan minimum untuk merencanakan, fabrikasi, mendirikan bangunan, dan modifikasi atau renovasi pekerjaan struktur baja, sesuai dengan metode perencanaan keadaan batas.
  2. Perencanaan struktur bangunan gedung atau struktur lainnya, termasuk keran yang terbuat dari baja.

  3. Struktur dan material bangunan berikut:
    1. Komponen struktur baja, dengan tebal lebih dari 3 mm.
    2. Tegangan leleh (fy) komponen struktur kurang dari 450 Mpa.
Dalam perencanaan struktur baja harus dipenuhi syarat-syarat berikut:

  1. Analisis struktur harus dilakukan dengan cara-cara mekanika teknik yang baku.
  2. Analisis dengan komputer, harus memberitahukan prinsip cara kerja program dan harus ditunjukan dengan jelas data masukan serta penjelasan data keluaran.
  3. Percobaan model diperbolehkan bila diperlukan untuk menunjang analisis teoritis.
  4. Analisis struktur harus dilakukan dengan model-model matematis yang mensimulasikan keadaan struktur yang sesungguhnya dilihat dari segi sifat bahan dan kekakuan unsur-unsurnya.

  5. Bila cara perhitungan menyimpang dari tata cara ini, maka harus mengikuti persyaratan sebagai berikut:
    1. Struktur yang dihasilkan dapat dibuktikan dengan perhitungan dan atau percobaan yang cukup aman.
    2. Tanggung jawab atas penyimpangan, dipikul oleh perencana dan pelaksana yang bersangkutan.
    3. Perhitungan dan atau percobaan tersebut diajukan kepada panitia yang ditunjuk oleh pengawas bangunan, yang terdiri dari ahli-ahli yang diberi wewenang menentukan segala keterangan dan cara-cara tersebut.
    4. Nama penanggung jawab hasil perhitungan harus ditulis dan dibubuhi tanda tangan serta tanggal yang jelas.
Suatu struktur disebut stabil bila ia tidak mudah terguling, miring, atau tergeser, selama umur bangunan yang direncanakan.

Suatu struktur disebut cukup kuat dan mampu-layan bila kemungkinan terjadinya kegagalan-struktur dan kehilangan kemampuan layan selama masa hidup yang direncanakan adalah kecil dan dalam batas yang dapat diterima.

Suatu struktur disebut awet bila struktur tersebut dapat menerima keausan dan kerusakan yang diharapkan terjadi selama umur bangunan yang direncanakan tanpa pemeliharaan yang berlebihan.

Batas-batas lendutan harus sesuai dengan struktur, fungsi penggunaan, sifat pembebanan, serta elemen-elemen yang didukung oleh struktur tersebut.

Batas lendutan maksimum sebagai berikut:

Komponen struktur dengan beban tidak terfaktor
Beban Tetap
Beban sementara
Balok pemikul dinding atau finishing yang getas
L/360
-
Balok biasa
L/240
-
Kolom dengan analisis orde pertama saja
h/500
h/200
Kolom dengan analisis orde kedua
h/300
h/200


Sebagai Acuan Dan Persyaratan-Persyaratan Semua baja struktural sebelum difabrikasi, harus memenuhi ketentuan berikut ini:

  • SNI S-05-1989-F : Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian B (Bahan Bangunan dari Besi/baja)
  • SNI 07-0358-1989-A : Baja, Peraturan Umum Pemeriksaan
  • SNI 07-3014-1992 : Baja untuk Keperluan Rekayasa Umum
  • SNI 03-1726-1989 : Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah dan Gedung.
SNI diatas bisa anda search atau cari di google, atau pun anda bisa membelinya. Saya tidak bisa membagikannya disini.


Sampai bertemu bagian selanjutnya,

Feri Noviantoro
Read More - PERENCANAAN STRUKTUR BAJA (Bag.1)

Mention Me for Question

Recent Coments

Followers

Man Behind This Blog

My Photo
Feri Noviantoro
Saat ini penulis Bekerja sebagai Civil & Structure Engineer di Bidang Oil & Gas, meskipun pada awal karir tidak langsung kedunia engineering, tetapi pemahaman dan pengetahuan tentang engineering tidaklah hilang, sudah lebih dari 4 Tahun bergelut dengan dunia struktur, dan sempat menjadi pengajar untuk Teknik Rancang Bangun (AutoCAD 2D&3D, SAP2000, RAB) saat masih kuliah, penulis sekarang aktiv dalam Research and Development Program untuk beberapa software Structure Dynamics dan Drawing untuk Structural Detailing.
View my complete profile