Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung

06 October 2010 · 1 comments
Berikut ini adalah rangkuman yang ada didalam peraturan pembebanan gedung di Indonesia.

Kombinasi Pembebanan :
- Pembebanan Tetap          : M + H
- Pembebanan Sementara  : M + H + A
                                            : M + H + G
- Pembebanan Khusus       : M + H + G
                                           : M + H + A + K
                                           : M + H + G + K
dengan,
M = Beban Mati, DL (Dead Load)
H = Beban Hidup, LL (Live Load)
A = Beban Angin, WL (Wind Load)
G = Beban Hidup, E (Earthquake)
K = Beban Khusus

Beban   Khusus,   beban   akibat   selisih   suhu,   pengangkatan   dan   pemasangan, penurunan pondasi, susut, gaya rem dari keran, gaya sentrifugal, getaran mesin.

Perencanaan komponen struktural gedung direncanakan dengan kekuatan batas (ULS), maka beban tersebut perlu dikalikan dengan faktor beban.

Pada   peninjauan   beban   kerja   pada   tanah   dan   pondasi,   perhitungan   Daya   Dukung   Tanah (DDT) izin dapat dinaikkan (lihat tabel).
Jenis Tanah Pondasi Pembebanan Tetap DDT izin (kg/cm2) Pembebanan Sementara kenaikan DDT izin (%)
Keras ≥ 5,0 50
Sedang 2,0 – 5,0 30
Lunak 0,5 – 2,0 0 - 30
Sangat Lunak 0,0 - 0,5 0
Note : 1 kg/cm2 = 98,0665 kPa (kN/m2)
Faktor keamanan (SF ≥ 1,5) tinjauan terhadap guling, gelincir dll. Beban Mati, berat sendiri bahan bangunan komponen gedung.

BAHAN BANGUNAN.
Baja          : 7.850 kg/m3
Batu Alam : 2.600 kg/m3
Batu belah, batu bulat, batu gunung (berat tumpuk) : 1.500 kg/m3
Batu karang (berat tumpuk)  : 700 kg/m3
Batu pecah : 1.450 kg/m3
Besi tuang  : 7.250 kg/m3
Beton (1)    : 2.200 kg/m3
Beton bertulang (2)  : 2.400 kg/m3
Kayu (Kelas I) (3)     : 1.000 kg/m3
Kerikil, koral (kering udara sampai lembap, tanpa diayak)  : 1.650 kg/m3
Pasangan bata merah  : 1.700 kg/m3
Pasangan batu belah, batu belat, batu gunung : 2.200 kg/m3
Pasangan batu cetak    : 2.200 kg/m3
Pasangan batu karang  : 1.450 kg/m3
Pasir (kering udara sampai lembap) : 1.600 kg/m3
Pasir (jenuh air)             : 1.800 kg/m3
Pasir kerikil, koral (kering udara sampai lembap) : 1.850 kg/m3
Tanah, lempung dan lanau (kering udara sampai lembap) : 1.700 kg/m3
Tanah, lempung dan lanau (basah) : 2.000 kg/m3
Tanah hitam                  : 11.400 kg/m3

KOMPONEN GEDUNG
Adukan, per cm tebal :
- dari semen : 21 kg/m2
- dari kapur, semen merah atau tras : 17 kg/m2
Aspal, termasuk bahan-bahan mineral tambahan,  per cm tebal : 14 kg/m2
Dinding Pas. Bata merah :
- satu batu         : 450 kg/m2
- setengah batu : 250 kg/m2
Dinding pasangan batako :
Berlubang :
- tebal dinding 20 cm (HB 20)  : 200 kg/m2
- tebal dinding 10 cm (HB 10)  : 120 kg/m2
Tanpa lubang
-  tebal dinding 15 cm  : 300 kg/m2
-  tebal dinding 10 cm  : 200 kg/m2

Langit-langit dan dinding (termasuk rusuk-rusuknya, tanpa penggantung langit-langit atau pengaku), terdiri dari :
- semen asbes (eternit dan bahan lain sejenis), dengan tebal maksimum 4 mm : 11 kg/m2
- kaca, dengan tebal 3 – 4 mm 10 kg/m2
Lantai kayu sederhana dengan balok kayu, tanpa langit-langit dengan bentang maksimum 5m : 40 kg/m2,
dan untuk beban hidup maksimum : 200 kg/m2
Penggantung langit-langit (dari kayu), dengan bentang maksimum 7 kg/m5m dan jarak s.k.s minimum 0,8 m
Penutup atap genting dengan reng dan usuk/kaso per m50 kg/m2
Bidang atap
Penutup atap sirap dengan reng dan usuk/kaso per m2      : 40 kg/m2
Penutup atap seng gelombang (BWG 24) tanpa gordeng  : 10 kg/m2
Penutup lantai dari ubin semen portland, teraso dan beton, 24 kg/mtanpa adukan, per cm tebal
Semen asbes gelombang (tebal 5 mm) : 11 kg/m2

Catatan :
(1) Nilai ini tidak berlaku untuk beton pengisi
(2) Untuk beton getar, beton kejut, beton mampat dan beton padat lain sejenis, berat sendirinya harus ditentukan sendiri.
(3) Nilai ini adalah nilai rata-rata, untuk jenis kayu tertentu lihat Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia.


Beban Hidup pada lantai gedung, sudah termasuk perlengkapan ruang sesuai dengan
kegunaan dan juga dinding pemisah ringan (q ≤ 100 kg/m'). Beban berat dari lemari arsip, alat dan mesin harus ditentukan tersendiri.
Tabel Beban Hidup pada Lantai Gedung.
a Lantai dan tangga rumah tinggal, kecuali yang disebut dalam b. 200 kg/m2
b Lantai dan tangga rumah sederhana dan gudang-gudang tidak penting yang bukan untuk toko, pabrik atau bengkel. 125 kg/m2
c Lantai sekolah, ruang kuliah, kantor, toko, toserba, restoran, hotel, asrama dan rumah sakit. 250 kg/m2
d Lantai ruang olah raga 400 kg/m2
e Lantai ruang dansa 500 kg/m2
f Lantai dan balkon dalam dari ruang-ruang untuk pertemuan yang lain dari pada yang disebut dalam a s/d e, seperti masjid, gereja, ruang pagelaran, ruang rapat, bioskop dan panggung penonton 400 kg/m2
g Panggung penonton dengan tempat duduk tidak tetap atau untuk penonton yang berdiri. 500 kg/m2
h Tangga, bordes tangga dan gang dari yang disebut dalam c 300 kg/m2
i Tangga, bordes tangga dan gang dari yang disebut dalam d, e, f dan g. 500 kg/m2
j Lantai ruang pelengkap dari yang disebut dalam c, d, e, f dan g. 250 kg/m2
k Lantai untuk:  pabrik, bengkel, gudang, perpustakaan, ruang arsip, toko buku, toko besi, ruang alat-alat dan ruang mesin, harus direncanakan terhadap beban hidup yang ditentukan tersendiri, dengan minimum 400 kg/m2
l Lantai gedung parkir bertingkat:
- untuk lantai bawah 800 kg/m2
- untuk lantai tingkat lainnya 400 kg/m2
m Balkon-balkon yang menjorok bebas keluar harus direncanakan terhadap beban hidup dari lantai ruang yang berbatasan, dengan minimum 300 kg/m2

Beban Hidup pada atap gedung, yang dapat dicapai dan dibebani oleh orang, harus diambil minimum sebesar 100 kg/m2 bidang datar.
Atap dan/atau bagian atap yang  tidak dapat dicapai  dan dibebani oleh orang, harus diambil yang menentukan (terbesar) dari:
  • Beban terbagi rata air hujan, Wah = 40 - 0,8 α
  • dengan α = sudut kemiringan atap, derajat ( jika α > 50o dapat diabaikan).Wah  = beban air hujan, kg/m2 (min. Wah atau 20 kg/m2).
  • Beban terpusat berasal dari seorang pekerja atau seorang pemadam kebakaran dengan peralatannya sebesar minimum 100 kg.
Balok   tepi   atau   gordeng   tepi   dari   atap   yang   tidak   cukup   ditunjang   oleh   dinding   atauvpenunjang   lainnya   dan   pada   kantilever   harus   ditinjau   kemungkinan   adanya   beban   hidup terpusat sebesar minimum 200 kg.

Beban Hidup  Horizontal perlu ditinjau akibat gaya desak orang yang nilainya berkisar 5% s/d 10% dari beban hidup vertikal (gravitasi).

Reduksi Beban Hidup  pada perencanaan  balok induk dan portal (beban vertikal/gravitasi), untuk   memperhitungkan  peluang   terjadinya  nilai   beban   hidup   yang   berubah-ubah,   beban hidup merata tersebut dapat dikalikan dengan koefisien reduksi.
Read More - Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung

Selamat Idul Fitri 1431H

09 September 2010 · 0 comments
Civil Engineering Community

Mengucapkan :

"SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI"
1 Syawal 1431 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Semoga Allah menerima (puasa) kita dan menjadikan kita kembali (dalam keadaan suci) dan termasuk orang - orang yang mendapatkan kemenangan... Amin..
Read More - Selamat Idul Fitri 1431H

Manajemen Proyek dan Manajemen Konstruksi (1)

21 August 2010 · 0 comments
Manajemen Proyek dan Manajemen Konstruksi, Banyak sekali definisinya yang beredar tentangnya, tetapi akan saya coba menyederhanakan beberapa definisi yang baku tentang Manajemen Proyek dan Manajemen Konstruksi :

Manajemen Proyek

  • Cara mengorganisir dan mengelola sumber penghasilan yang penting untuk menyelesaikan proyek. 
  • Penerapan ilmu pengetahuan, keahlian dan ketrampilan, cara teknis yang terbaik dan dengan sumber daya untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan agar mendapatkan hasil yang optimal dalam hal kinerja, waktu, mutu dan keselamatan kerja. 
  • Seni mengontrol baik hal selama proyek, dari sejak dimulai sampai dengan selesai proyek tersebut.
  • Gabungan antara sumber daya manusia, material, machine dan modal/biaya dalam suatu wadah organisasi untuk mencapai tujuan dalam sasaran dan mutu.
Kemajuan dan perkembangan dalam industri konstruksi khususnya, mendorong untuk melakukan beberapa pengelolaan manajemen yang dituntut memiliki Kinerja, Kecermatan, ke-Ekonomisan, Kecepatan, Ketepatan, Ketelitian serta Keamanan yang tinggi dalam mengelola sebuah proyek.

Manajemen suatu kegiatan baik investasi kecil maupun besar dalam skala proyek memerlukan suatu metode yang sudah teruji, sumber daya yang berkualitas dan penerapan ilmu pengetahuan yang tepat.

Sifat dari suatu proyek adalah bersifat sementara, dan dalam kurun waktu yang dibatasi.

Suatu proyek biasanya terjadi karena suatu keperluan yang mendesak karena tuntutan pengembangan dari suatu lokasi tertentu ataupun hasil dari kemenangan mengikuti proses tender.

OK, disini Jenis proyek dikelompokkan berdasarkan komponen kegiatan utama dan hasil akhirnya, yaitu :

1. Proyek konstruksi.
Hasilnya berupa pembangunan jembatan, gedung, jalan raya, dsb.

2. Proyek Industri Manufaktur.
Kegiatannya mulai dari merancang hingga terciptanya suatu produk baru.

3. Proyek Penelitian dan Pengembangan.
Melakukan penelitian dan pengembangan hingga tercuptanya sebuah produk tertentu dengan tujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan suatu produk, pelayanan atau suatu metode tertentu.

4. Proyek Padat modal.
Suatu proyek yang memerlukan modal yang besar. Misalnya pembebasan tanah, pembelian dan pengadaan suatu barang, pembangunan suatu fasilitas produksi dsb.

5. Proyek Pengembangan Produk Baru.
Merupakan gabungan dari proyek penelitian dan pengembangan dengan proyek padat modal.

6. Proyek Pelayanan Manajemen.
Berhubungan dengan fasilitas nonfisik atau jasa dari perusahaan. Misalnya pengembangan sistem informasi perusahaan, Peningkatan produktivitas dari karyawan, dsb.

7. Proyek Infrastruktur.
Penyediaan kebutuhan masyarakat luas dalam hal prasarana transportasi, Waduk, pembangkit listrik, instalasi telekomunikasi dan penyediaan sumber air minum.

Dalam Manajemen Proyek, perlunya pengelolaan yang baik dan terarah karena suatu proyek memiliki Keterbatasan, sehingga tujuan akhir dari suatu proyek bisa tercapai. Yang perlu dikelola dalam area Manajemen Proyek yaitu biaya, mutu, waktu, kesehatan dan keselamatan kerja, sumberdaya, lingkungan, resiko dan sistem informasi.

Penjelasan diatas dapat dirangkum menjadi tiga bagian, Suatu Proyek agar bisa terlaksana dengan baik diperlukan :
1. Perencanaan
2. Penjadwalan
3. dan Pengendalian Proyek

Ketiganya akan saya jabarkan di artikel selanjutnya, sekaligus penjelasan untuk Manajemen Konstruksi dan Tutorial Penggunaan Microsoft Project untuk membantu dalam Proses Perencanaan, Penjadwalan dan Pengendalian Proyek.

Terima Kasih ya..

Read More - Manajemen Proyek dan Manajemen Konstruksi (1)

Tutorial SAP2000 for Oil and Gas

08 August 2010 · 0 comments
Apa kabar teman – teman Engineering? bagaiman proses pembelajaran Anda semua? sukses semua kan? ok lah, lama sekali rasanya ya saya tidak publish artikel diblog ini, tetapi saya yakin artikel kali ini bisa mengobati kekosongan materi beberapa waktu kemarin.

Sesuai dengan judul diatas Tutorial SAP2000 for Oil and Gas, saya akan membagikan tutorial penggunaan Software SAP2000 untuk bidang Oil and Gas, yang sebelumnya pernah saya bahas tentang Dasar - Dasar penggunaan Software SAP2000, Metode terbaru SAP2000 yang analitis dan dengan desain algoritma secara langsung menjawab kebutuhan industri rekayasa Oil and Gas. yang sebelumnya telah dikuasai oleh beberapa software engineering : seperti SACS 5.2, keluaran EDI-SACS (Engineering Dynamics), PDMS 12 (Plant and Design Management System), dan berbagai macam variasi software engineering yang lain, akhirnya kita pun jadi latah, apa yang sebaiknya kita gunakan?.

Dari CSI (Computer & Structure, Inc.) sendiri banyak varian untuk software perhitungan struktur, seperti contoh :
  1. SAP2000 Bridge Design - Integrated 3D Bridge Design Software
  2. SAP2000 - Integrated Software for Structural Analysis & Design
  3. ETABS - Integrated Analysis, Design and Drafting of Building System
  4. SAFE - Integrated Design of Flat Slabs, foundation mats & Spread Flootongs
  5. Perform 3D - Nonlinear Analysis and Performance assessment for 3D Structures
  6. CSI Col - Design of simple and complex reinforced concrete columns
SAP2000, untuk penggunaan bidang Oil and Gas, mempunyai analytical fitur termasuk kemampuan untuk mendesain :
  • Percepatan rotasi akibat pitch, roll dan yaw (simpangan).
  • Disain struktur linier atau nonlinear snap-melalui analisis buckling.
  • Menghitung respons frekuensi-domain untuk pembebanan berkala harmonik dan non-harmonik.
  • Menghitung respon kepadatan spektral daya.
  • Menerapkan loading gelombang otomatis dan API 4F beban angin, Pushover analisis dan banyak lagi
  • Penggunaan standar API 4F, API 2A (struktur lepas pantai) dan Norsok N-004 (struktur lepas pantai) memungkinkan engineering untuk mengoptimalkan desain dengan akurasi yang lebih besar dan tepat.
Untuk artikel kali ini, kita akan lebih fokus tentang Automatic Wave Loads & Tubular Steel Frame Punching Load, apa ini? :).
Wave Loads & Punching Load adalah dasar dari ilmu dinamik untuk SAP2000, karena bebannya yang bersifat periodik, berbeda sekali dengan Dead Load dan Live Load yang sering kita gunakan.

Berikut adalah artikel yang bisa didownload dan dipelajarin step by stepnya,
Punching Loads :
1. Punching Load Check  ... download & read
2. Punching Load Assignments  ... download & read
3. Interactive Punching Load Check  ... download & read
4. API RP2A-LRFD97 Punching Load Check  ... download & read
5. WSD2000 Check – Nominal Load Method  ... download & read
6. WSD2000 Check - Punching Shear Method  ... download & read

Wave Loads :
1. Calculation of Wave Load Values  ... download & read
2. Defining Wave Loads  ... download & read
3. TN Material Stress Strain Curves  ... download & read
4. Wave Load Display Plots and Tables  ... download & read
5. Wave Load Overview  ... download & read

Jika teman – teman bisa menguasai dengan baik Punching Loads dan Wave Loads diatas, itu bisa menjadi dasar untuk mendesain struktur lepas pantai, ataupun struktur yang terpengaruh oleh gelombang laut.
Ok, selamat menjalani pengalaman baru untuk mendesain, dalam waktu dekat akan saya share tentang SAP2000 lagi, yaitu tentang Pushover Analysis.
Sampai Jumpa yah… semoga Sukses Semua…
Read More - Tutorial SAP2000 for Oil and Gas

Tutorial SAP 2000 (bag.2)

02 March 2010 · 0 comments
Program SAP2000 dibuat untuk menghitung sebuah struktur dengan mendukung berbagai desain kode untuk otomatisasi desain struktur beton, baja serta material yang lain secara nasional dan internasional terbaru. Seperti yang sudah saya jelaskan di Tutorial SAP2000 (bag.1). Kode desain ini bisa dikatakan sebagai Polisi perhitungan SAP2000, berarti anda Wajib memahami peraturan – peraturan yang sudah ditentukan untuk mendesain sebuah struktur.

Anda bisa tahu, “apakah struktur yang sedang saya desain ini aman untuk digunakan atau tidak?” , acuan untuk mengetahui bahwa desain tersebut memenuhi standar desain (Aman, Nyaman dan Ekonomis) adalah standar desain yang dikeluarkan langsung oleh CSI SAP2000 ini, dan akan saya share untuk teman – teman semua, karena saya sudah terdaftar sebagai member untuk CSI (Sepertinya begitu sih).

Teman – teman bisa "mempelajari" satu persatu, kemudian di Aplikasikan atau boleh juga hanya fokus untuk satu standar saja, itu semua tergantung pilihan. Tetapi saya TIDAK merekomendasikan teman – teman hanya untuk mempelajari satu jenis standar saja, Program SAP2000 saat ini mendukung kode desain (Standar) sebagai berikut :
  1. American Institute of Steel Construction’s “Allowable Stress Design and Plastic Design Specification for Structural Steel Buildings”, AISC-ASD (AISC 1989).
  2. American Institute of Steel Construction’s “Load and Resistance Factor Design Specification for Structural Steel Buildings”, AISC-LRFD (AISC 1994).
  3. American Association of State Highway and Transportation Officials’ “AASHTO-LRFD Bridge Design Specifications”, AASHTO-LRFD (AASHTO 1997).
  4. Canadian Institute of Steel Construction’s “Limit States Design of Steel Structures”, CAN/CSA-S16.1-94 (CISC 1995).
  5. British Standards Institution’s “Structural Use of Steelwork in Building”, BS 5950 (BSI 1990).
  6. European Committee for Standardization’s “Eurocode 3: Design of Steel Structures Part 1.1: General Rules and Rules for Buildings”, ENV 1993-1-1 (CEN 1992).
List Download :
  1. Introduction Steel Design Manual : (Table of Contents, Introduction – Overview, Design Algorithms, Design Load Combinations, Design and Check Stations, P- Effects, Element Unsupported Lengths, Effective Length Factor (K), Choice of Input Units). -download-
  2. Design for AISC-ASD89 : ( Design Loading Combinations, Classification of Sections, Calculation of Stresses, Calculation of Allowable Stresses, Calculation of Stress Ratios). -download-
  3. Design for AISC-LRFD93 : (Design Loading Combinations, Classification of Sections, Calculation of Factored Forces, Calculation of Nominal Strengths, Calculation of Capacity Ratios). -download-
  4. Design for AASHTO 1997 : (Design Loading Combinations, Classification of Sections, Calculation of Factored Forces, Calculation of Nominal Strengths, Calculation of Capacity Ratios). -download-
  5. Design for CISC94 : (Design Loading Combinations, Classification of Sections, Calculation of Factored Forces, Calculation of Factored Strengths, Calculation of Capacity Ratios). -download-
  6. Design for BS 5950 : (Design Loading Combinations, Classification of Sections,
    Calculation of Factored Forces, Calculation of Section Capacities, Calculation of Capacity Ratios). -download-
  7. Design for EUROCODE 3 : (Design Loading Combinations, Classification of Sections, Calculation of Factored Forces, Calculation of Section Resistances, Calculation of Capacity Ratios). -download-
  8. Design Output (Graphical Display of Design Output, Tabular Display of Design Output, Member Specific Information). -download-
Didalam setiap Standar terdapat Description of Notations (Keterangan Notasi) jadi tidak perlu mencari lagi maksud dari Symbol – Symbol didalam rumusnya, Definition of Geometric Properties (gambar profil dan keterangannya), Penurunan rumus – rumus sampai dengan rumus bakunya. jadi disinilah tempat yang paling pas untuk belajar. 

Terakhir Intermezo dari saya : Teman – teman yang sekarang masih kuliah boleh mengabaikan standar – standar diatas, alias tidak mau dulu belajar karena terlalu banyak rumus – rumusnya, tetapi akan sangat terasa sekali sewaktu teman – teman semua sudah bekerja nanti, bahwa standar diatas sangat – sangat dibutuhkan dan sangat berguna sekali untuk mendesain. seperti yang saya alami sekarang :) . Kata pepatah : "Penyesalan selalu terjadi di Akhir sebuah peristiwa", kalau sudah begitu keadaannya "Anda Bagaikan Telur diujung Tanduk", Akhirnya : "Sepandai – Pandai Menyimpan Istri Muda, Pasti Akan Tua Juga"..  :D
Read More - Tutorial SAP 2000 (bag.2)

Kumpulan Artikel Teknik Sipil (2)

03 February 2010 · 0 comments
Kita tentu semua tahu, di Indonesia terdapat ratusan Prodi Teknik Sipil di berbagai Universitas, Satu Universitas dalam satu tahun bisa menghasilkan ribuan lulusan mahasiswa teknik sipil baru, bisa dibayangkan betapa banyaknya lulusan yang serupa dengan kita, dan didalamnya pasti terdapat persaingan – persaingan yang hebat.

Logikanya, jika kita menguasai Teori Beton tingkatan expert, apakah kita yakin diluar sana tidak ada yang mempunyai kemampuan sama dengan kita? tentu saja banyak kan? untuk itulah pentingnya kita Fokus dalam suatu hal, mendalami lebih dalam lagi dengan apa yang sedang kita pelajari, sediakan waktu tersendiri untuk ini.

Di Artikel berikut ini adalah salah satu fundamental didalam prodi Teknik Sipil, tentang Dasar – Dasar ilmu Teknik Sipil, seingat saya materi ini diperoleh pada saat – saat semester 1 dan dua, jika anda sekarang sedang kuliah dan baru di semester – semester awal, seriuslah mendalami dasar – dasar materi ini, kenapa? karena ini merupakan pondasi anda untuk semester – semester selanjutnya, anda boleh santai – santai di semester akhir jika pondasi anda di semester awal bagus dan kuat, percayalah!

Materi yang akan saya share tentang Istilah – Istilah Dalam Struktur Beton, Teori Struktur Beton 1 dan Beton 2, Desain Pelat Lantai Beton, Desain Pondasi Beton, Dan Desain Balok Lantai Beton. Satu hal harapan saya, bisa berguna untuk temen – temen yang sedang study sekarang.

  1. Istilah – istilah Dalam Struktur Beton meliputi definisi dari : Agregat, Beton (Beton Bertulang, Beton-Normal, Beton Praktekan, Beton Pracetak, Beton Ringan Struktur, Beton Polos, dll), Berat Jenis, CGS, Dowel, Deking, Faktor Air Semen (Fas), Konstruksi Batu, Konstruksi Beton, Mks, Perancah (Scaffolding), Sengkang, Segregasi, Tulangan, Tulangan Polos, dan Tulangan Deform. – download detail --

  2. Daftar Terjemahan Dalam Struktur Beton diantaranya : Accelerator, Admixture, Additive, Bouwplank, Barsteel, Box, Bucket Tower Crane, Bleeding, Bendraat, Batching Plant, Conveyor, Cofferdam, Cast in situ, Doka, Hoist, Mold, Mix Design, Post-Tension, Retarder, Rapid Klam, Speady, Slump, Shear Connector, Strands, Sand Blasting, Shop Drawing, Site-Plan, Wires, dan Workability. – download detail --

  3. Teori Struktur Beton 1 dan Beton 2 yang akan menjabarkan : PERENCANAAN GESER DAN TORSI BALOK (Identifikasi jenis torsi, Menentukan kuat momen torsi nominal (Tn), Bila Puntir Murni + Geser + Gaya Aksial, Menghitung perbandingan luas tulangan torsi dan jarak sengkang, Menentukan tulangan geser + torsi, Menentukan tulangan torsi memanjang, dan Kriteria tulangan geser dan torsi), PERENCANAAN KOLOM TUNGGAL (Perencanaan Kolom Pendek, dan Kolom Langsing). – download detail --

  4. Desain Pelat Lantai Beton meliputi : Beban Mati, Beban Hidup, Beban Ultimit, Kondisi Batas, Momen Ultimit, Tulangan Lx, Tulangan Ly, Kontrol Mn, dan Tulangan bagi / susut. download detail --

  5. Desain Pondasi Beton akan membahas : Geser 1 Arah, Geser 2 Arah, Tulangan Lentur, dan Cek Beam Joint Kolom. – download detail --

  6. Desain Balok Lantai Beton yang isinya : DESAIN TULANGAN RANGKAP (Tulangan Desak, Tulangan Tarik, dan Kontrol Momen), MOMEN KAPASITAS (Momen Kapasitas Negatif dan Momen Kapasitas Positif). – download detail --
Yang saya jabarkan diatas adalah dasar – dasar pengetahuan untuk memperluasan wawasan kita tentang istilah – istilah didalam perhitungan konstruksi dan pada saat eksekusi pekerjaan konstruksi itu sendiri.
Read More - Kumpulan Artikel Teknik Sipil (2)

Tutorial SAP 2000 (Bag.1)

31 December 2009 · 0 comments


Sebelum memasuki materi tentang SAP, saya akan sedikit bercerita sebagai awal semangat di "Tahun 2010" ,
Ada teman saya yang kebetulah masih muda (seperti saya lah, hehe...) yang bekerja di sebuah perusahaan raksasa Oil and Gas di Indonesia, dalam waktu 1 tahun kemarin beliau berhasil memimpin ratusan bahkan ribuan karyawan dengan baik, dengan rendah hati, sehingga sekarang beliau menjadi top management di Perusahaan tersebut, dan ternyata lagi beliau juga berhasil menyelesaikan studynya untuk jenjang Master, dan dari cerita beliau, beliau juga mempunyai sebuah perusahaan kecil - kecilan di jakarta, tapi menurut saya itu tidaklah kecil, dan hebatnya lagi beliau juga mempunyai keluarga yang harmonis, bisa menjadi kepala keluarga yang disayangi keluarganya, Apakah itu hanya "kebetulan" semata? Tidak!!, 
Tetapi Hebatnya lagi saya juga mempunyai teman, yang dalam 1 tahun kemarin jangankan mengurus orang lain, untuk mengurus dirinya sendiri aja tidak beres - beres, kalau bertemu dengan teman - temannya yang dia bicarakan hanya keluhan - keluhan dia saja,
mereka sebenarnya tidak berbeda, dalam 1 hari mereka juga mempunyai 24 jam, mempunyai waktu yang sama, tetapi kenapa pencapainnya berbeda?
"ITU HANYA MASALAH BAGAIMANA MEREKA MENGHARGAI WAKTU" kita sama - sama memiliki waktu dalam 1 hari 24 jam, tetapi tidak semua dari kita bisa menghargai waktu tersebut dengan baik, so Gunakanlah waktu sebaik - baik mungkin,
Amat sangat jarang sekali orang - orang yang sukses ketika dia bekerja, belajar, sambil mengerjakan hal lain, contohnya bekerja sambil ber-Facebook, sambil download mp3, sambil melihat - lihat gambar yang indah, hal - hal itu boleh dilakukan tetapi dalam waktu - waktu tertentu, jangan biarkan FOKUS anda pada pekerjaan  hilang hanya karena ingin iseng - iseng melakukan hal - hal tersebut. sediakanlah waktu tersendiri untuk itu, dan juga sediakanlah waktu tersendiri untuk membaca materi blog CEC ini. hehehe...

 Ok, Ilmu Teknik Sipil khususnya struktur tidak akan lepas dari sebuah software perhitungan yang bernama SAP (Structural Analysis Programme), sampai hari ini Software SAP 2000 yang saya temui sudah versi ke-14 jadi bagi anda yang masih menggunakan versi 11, berarti anda ketinggalan kereta, tapi bukan itu masalahnya, masalahnya adalah bagaimana anda bisa mengoperasikan software dasar dari SAP 2000 tersebut. dan bisa mem-validasi apakah software yang anda gunakan mengeluarkan data output yang benar, karena itu mutlak hukumnya bagi seorang engineer untuk mengetahuinya, mengutip kata dari dosen saya, "Komputer itu hanya sebuat Alat saja, Jika yang kamu masukan sampah maka yang keluar juga sampah". nah untuk itulah kita dituntut untuk mengetahu apakah data input yang kita assign dalam SAP2000 tersebut tepat.
Berikut adalah beberapa panduan bagi anda yang ingin mendalami software SAP2000, ada beberapa kasus/problem yang ada, mungkin ada beberapa yang anda butuhkan atau mungkin semua, silahkan download saja, tentu saja free, karena sebagai anniversary di awal tahun 2010.

  1. Problem A - Concrete wall and steel frame ... Download
  2. Problem B - Concrete wall ... Download 
  3. Problem C - Truss Frame ... Download 
  4. Problem D - Inclined Support ... Download 
  5. Problem E - Steel Rods ... Download 
  6. Problem F - Wall Resisting Hydrostatic Pressure ... Download 
  7. Problem G - Frame with Support Displacement ... Download 
  8. Problem H - Reinforce for Concrete Beam ... Download 
  9. Problem I - Prestressed Concrete Beam ... Download 
  10. Problem J - Beam on Elastic Foundation ... Download 
  11. Problem K - Steel Moment Frame ... Download 
  12. Problem L - Periodic Loading ... Download 
  13. Problem M - Flate plate in the X Y plant ... Download 
  14. Problem N - Frame shear wall interaction ... Download 
  15. Problem O - Isolated Building Non Liniear Time History Analysis ... Download 
  16. Problem P - Critical Buckling Loads ... Download 
  17. Problem Q - Three Frames ... Download 
  18. Problem R - Bridge With Moving Loads ... Download 
  19. Problem S - Finite Element Model of Steel Beam with Web Opening ... Download 
  20. Problem T - Dome Cyclindrical Structure ... Download 
  21. Problem U - Barrel Voulted Structure ... Download 
  22. Problem V - Temparture Loading ... Download 
  23. Problem W - SImple Beam with Trapozoidal Load ... Download 
  24. Problem X - Through Truss Bridge ... Download 
  25. Problem Y - Response Spectrum Analysis for Single Degree of Freedom ... Download 
  26. Problem Z - Response Spectrum Analysis ... Download 
Untuk bagian pertama ini saja, dalam waktu dekat, jika tidak ada aral-melintang akan saya upload standard yang digunakan untuk mendesain struktur baja dan beton menggunakan SAP2000, yaitu ACI, ASD, dan LRFD.

Do'a saya untuk teman - teman semua, semoga Tahun 2010 semua lebih sukses, lebih bahagia dan lebih bermakna.
Read More - Tutorial SAP 2000 (Bag.1)

MENGHITUNG BIAYA PENGELASAN

18 November 2009 · 0 comments

Bagi suatu perusahaan dibidang Steel Construction dan Steel equipment manufacturer, biaya pengelasan menjadi salah satu item yang sangat diperhatikan disamping harga dari materialnya. Untuk menghitung biaya pengelasan per kg logam las (weld metal), beberapa data yang perlu kita ketahui adalah :

 1. Biaya Pegawai dan Overhead per jam
Pada umumnya klien tidak mempunyai data ini yang akurat dan detail, namun biasanya mereka mempunyai data dengan nilai “Kira-kira”. Untuk sementara data “kira-kira” bisa kita pakai untuk menghitung.
2. Deposition Rate (Kg/Jam)
Yang dimaksud dengan “Deposition Rate” adalah berat logam las yang dapat dihasilkan dalam satuan waktu (Jam). Biasanya masing-masing manufacturer mempunyai data Deposition Rate produknya untuk setiap type.
3. Operating Factor (%)
Yang dimaksud dengan “Operating Factor” adalah persentasi dari jumlah jam kerja seorang welder untuk pekerjaan las. Maksudnya, jika total jam kerja seorang welder 8 jam perhari, dan welder tersebut bekerja menyalakan api las selama 2 jam, maka Operating Factor dari welder tersebut adalah 2/8 x 100% = 25%.
Dari hasil pengalaman, biasanya nilai operating factor untuk SMAW = 30%, GMAW dan FCAW (manual) = 45% dan untuk GMAW dan FCAW (automatic) = 75%.
4. Harga Kawat Las Per Kg
Harga ini disesuaikan dengan lokasi dan tujuan penawaran
5. Deposition Efficiency (%)
6. Gas Flow Rate (Ltr/min)
Untuk GMAW ( Solid Wire ) dan FCAW diameter = 16 Ltr/Min.
7. Harga Gas per liternya


RUMUS MENGHITUNG BIAYA PENGELASAN PER KG LOGAM LAS :
Kita ambil contoh kasus :
Sebuah perusahaan kontraktor ingin melakukan pekerjaan pengelasan menggunakan proses SMAW dengan kawat las AWS E.7018 diameter 3,2 mm dengan harga Rp. 12.500,- per Kg. Jika diketahui, Biaya pegawai dan overhead perusahaan per jamnya Rp. 40.000,- => Berapa biaya pengelasan per kg logam lasnya ?
BIAYA
RUMUS
NILAI
Pegawai dan Overhead
Gaji dan Overhead                            
Deposition Rate x Operating Factor

Kawat Las
Kawat Las (kg)         
Deposition Efficiency

Gas
Gas Flow Rate (kg)
Deposition Rate

Total Biaya



Jawab :
Dari tabel bisa kita ketahui bahwa untuk pengelasan E.7018 diameter 3,2 mm, jika digunakan ampere sebesar 120 Amps, maka nilai Deposition ratenya adalah 1,2.
Kg/jam dengan Deposition Efficiency : 62% dan Operating factor = 30%.
Dengan menggunakan Rumus diatas, maka didapat :
Biaya Pegawai dan Overhead : Rp. 40.000,- / (1,2 x 0,3) = Rp. 111.000,-
Biaya Kawat Las                        : Rp. 12.500,- / 0,62           = Rp. 20.160,-
Total Biaya Pengelasan per kg logam las                         = Rp. 131.160,-
Rumus perhitungan diatas bisa juga anda aplikasikan jika pengelasan dilakukan dengan GMAW, FCAW ataupun SAW. Demikian, semoga bermanfaat bagi anda.
Read More - MENGHITUNG BIAYA PENGELASAN

SNI untuk Perencanaan Bangunan Gedung (Bag.2)

17 November 2009 · 0 comments
Apa yang spesial dari postingan kali ini? ya, ada. Apa itu? silahkan baca sampai selesai yah,

SNI atau Standar Nasional Indonesia merupakan standar paling baku yang kita gunakan untuk mendesain struktur, itu kalau bagi kita engineering. SNI sendiri cakupannya sangat luas tidak hanya masalah struktur atau teknik sipil tetapi dari segala aspek bidang.

SNI adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh BSN. hanya saja tidak dibagikan secara free, sampai sekarang yang saya ketahui sangat sulit sekali memperoleh SNI tersebut. Padahal kita sendiri sebagai Warga Negara Indonesia seharusnya diberikan akses untuk mempunyai SNI, toh kita gunakan untuk bangsa kita juga,

Saya kurang mengerti kenapa SNI susah sekali diperolehnya, khususnya untuk masalah desain Teknik Sipil, tapi Tidak untuk Blog ini. Begitu banyak permintaan di email kami tentang SNI ini, sebagai komitmen awal dari CEC (Civil Engineering Community) yaitu membantu para engineering muda khususnya untuk menjadi seorang Engineering yang betul - betul Expert, saya sendiri juga masih dalam proses belajar. Tapi tidak ada salahnya kita berbagi Ilmu.

Ok. SNI yang akan saya Share ada 3, yaitu :
  1. SNI-1726-2002 - Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung
  2. SNI-1729-2002 - Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung
  3. SNI-2847-2002 - Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung
Mungkin anda yang sudah expert dibidang engineering sudah punya salah satunya atau mungkin semuanya, selamat! anda tinggal mendalami saja, tapi bagi anda yang belum silahkan anda mendownload nya diblog ini, bagi anda yang sudah menjadi member blog ini anda bisa membuka dengan password yang telah kami kirim ke email pribadi anda, tetapi bagi anda non member dari blog ini silahkan daftarkan email anda untuk memperoleh passwordnya, mudah, dan cepat tanpa biaya sama sekali.

 Jika anda ingin Mendownload SNI tersebut silahkan Klik Link Dibawah ini:
  1. SNI-1726-2002
  2. SNI-1729-2002
  3. SNI-2847-2002
Selamat mendownload dan mengaplikasikan untuk desain ataupun untuk studi anda.
(bagi anda yang kesulitan mendownload silahkan Register Disini)

Salam,
Civil Engineering Community
Read More - SNI untuk Perencanaan Bangunan Gedung (Bag.2)

Rencana Anggaran Biaya

10 November 2009 · 0 comments
Bagaimana kabar anda temen-temen engineering? saya harap selalu semangat yah, karena sudah lama sekali saya tidak berbagi info dan kasus tentang Teknik Sipil.

Karena load pekerjaan yang semakin crowded dan  keasyikan menyimak kasus cicak vs buaya, yang semakin membuat banyak pertanyaan dibenak saya, "Siapa sih sebetulnya yang benar?? , KPK, Polri, Kejaksaan, atau orang yang sengaja membuat konspirasi itu?" semua memberikan alibi yang masuk akal. kita sebagai masyarakat cukup bertugas menjaga kerukunan masyarakat kita saja, biarkan saja mereka yang berdebat, beradu argumen  dan mengakui kebenaran mereka sendiri - sendiri. harapan saya Indonesia tetap menjadi negara Hukum yang kuat dan tidak mudah diIntervensi oleh pihak manapun.

Kembali ke permasalahan Engineering,
Saya yakin, artikel ini adalah salah satu yang temen-temen tunggu untuk menjadi seorang Engineer. khususnya yang berkonsentrasi dibidang Manajemen Konstruksi. artikel ini adalah Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk proyek konstruksi dan instrumentnya.

Saya betul-betul mempersiapkan format RAB tersebut sesempurna mungkin, yang mudah dipahami, mudah untuk dirubah sesuai  proyek yang sedang anda kerjakan, RAB tersebut saya adopsi dari SNI, akan tetapi untuk permasalahan Harga satuan saya sesuaikan dengan yang berada dilapangan sekarang.

RAB ini menggunakan analisa BOW, sehingga semua koefisien sudah tersaji disitu. anda tinggal merubah harga satuan (Jika Perlu) sesuai dengan harga satuan didaerah tempat anda mengerjakan proyek, atau anda tinggal merubah volume pekerjaan sesuai dengan pekerjaan yang sedang anda kerjakan.

Rencana Anggaran Biaya tersebut bisa anda Download disini... jika ada pertanyaan ataupun kritik dan saran bisa anda comment ataupun langsung email kesaya.

Salam Engineering.
Civil Engineering Community
Read More - Rencana Anggaran Biaya

Perbandingan Design ASD dan LRFD

22 October 2009 · 0 comments

Anda familiar dengan AISC ASD dan LRFD? atau belum? sebagai seorang Engineering haruslah familiar dan menguasai dengan standar tersebut,
AISC : American Institute of Steel Construction,
ASD : Allowable Stress Design,
LRFD : Load and Resistance Factor Design,
Tetapi bagi anda yang baru memulai sebagai engineering atau sebutlah pemula, berikut akan saya berikan file tentang perbedaan menggunakan AISC ASD dan LRFD, saya harap bisa membantu anda mendesain suatu bangunan baja, ataupun anda yang sekarang masih dalam tahap belajar.
karena sampai sekarang pun saya masih belajar juga, (he...),
anda bisa mendowload file dibawah :

  1. General Comparisson AISC ASD vs LRFD -----> Klik Disini
  2. AISC ASD -----> Klik Disini
 tetapi yang saya sering gunakan dalam mendesain sebuah struktur adalah AISC ASD, kenapa? karena konstanta yang digunakan tidak terlalu banyak, berbeda dengan AISC LRFD, tetapi alangkah baiknya anda bisa membandingkan keduanya, mana yang paling anda anggap mudah dan cepat.

Selamat Mendownload,
Feri Noviantoro
Read More - Perbandingan Design ASD dan LRFD

DAFTAR SNI TEKNIK SIPIL (Bag.1)

20 October 2009 · 0 comments


Didalam Sitemeter saya, banyak teman - teman dari Teknik Sipil mencari Artikel yang berhubungan dengan SNI bangunan, saya harap SNI dibawah dapat membantu teman - teman semua dalam mendesain sebuah bangunan, tabel dibawah adalah rangkuman yang pertama, untuk rangkuman yang kedua segera saya buat, kalau teman - teman menginginakn file nya bisa langsung direct ke email saya,

NO.
JUDUL STANDARD
NOMOR STANDARD
RUANG LINGKUP
1
Metode Pengujian Kekakuan Tekan dan Kekakuan Geser Bantalan Karet Jembatan
SNI 03-3966-1995
Metode ini digunakan untuk menentukan kekakuan tekan dan kekakuan geser bantalan karet jembatan


Metode Pengujian Karet Spon Sebagai Bahan Pengisi Siar Muai Pada Konstruksi Beton
SNI 03-4429-1997
Metode ini digunakan untuk memperoleh data pada mutu karet spon siap pakai sebagai bahan pengisi siar muai konstruksi beton.
3
Metode Pengujian Bantalan Karet Untuk Perletakan Jembatan
SNI 03-4801-1998
Metode ini digunakan untuk pengujian bantalan karet jembatan yang polos maupun berlapis.
4
Spesifikasi Konstruksi Jembatan Tipe Balok T Bentang sampai dengan 25 meter untuk BM 70
SNI 03-1747-1989
Spesifikasi ini berisikan penjelasan umum, teknis dan detail gambar Rencana Jembatan Balok "T" kelas Beban BM 70 (70 % pembebanan BM)
5
Spesifikasi Konstruksi Jembatan Tipe Balok T Bentang sampai dengan 25 meter untuk BM 100
SNI 03-1748-1989
Spesifikasi ini berisikan penjelasan umum, penjelasan teknis dan detail gambar Rencana Jembatan Balok "T" kelas Beban B.M 100 (100% pembebanan BM ).
6
Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 10 meter dengan Pondasi Tiang Pancang.
SNI 03-2451-1991
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 10 m.
7
Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 11 meter dengan Pondasi Tiang Pancang.
SNI 03-2532-1991
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 11 m
8
Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 12 meter dengan Pondasi Tiang Pancang
SNI 03-2533-1991
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 12 m
9
Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 13 meter dengan Pondasi Tiang Pancang.
SNI 03-2534-1991
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pe-mbangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 13 m
10
Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 14 meter dengan Pondasi Tiang Pancang
SNI 03-2535-1991
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 14 m
11
Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 15 meter dengan Pondasi Tiang Pancang
SNI 03-2536-1991
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang
15 m
12
Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 16 meter dengan Pondasi Tiang Pancang
SNI 03-2537-1991
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 16 m
13
Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 17 meter dengan Pondasi Tiang Pancang.
SNI 03-2538-1991
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 17 m
14
Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 18 meter dengan Pondasi Tiang Pancang
SNI 03-2539-1991
Spesifikasi ini bertujuan untuk memu-dahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghe-matan pada jembatan sederhana bentang 18 m
15
Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 19 meter dengan Pondasi Tiang Pancang
SNI 03-2540-1991
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 19 m
16
Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 20 meter dengan Pondasi Tiang

Pancang.
SNI 03-2541-1991
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 20 m
17
Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 21 meter dengan Pondasi
Tiang Pancang
SNI 03-2542-1991
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 21 m
18
Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 22 meter dengan Pondasi Tiang
Pancang
SNI 03-2543-1991
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhan bentang 22 m
Read More - DAFTAR SNI TEKNIK SIPIL (Bag.1)

GEMPA PADANG MAGNITUDE 7,6 SCALA RICTER (Teknik Gempa Bag. 1)

06 October 2009 · 0 comments


Ditinjau dari perspektif Teknik Sipil Struktur, gempa bumi merupakan fenomena alam yang sangat menarik untuk dibahas. Hal itu disebabkan karena begitu besar korban manusia dan harta benda yang telah terjadi. Korban manusia akibat gempa Aceh 26 Desember 2004 lebih dari 180 000 orang, akibat gempa Nias 15 Maret 2005 lebih dari 3000 orang sementara korban akibat gempa Yogyakarta 27 Mei 2006 lebih dari 5700 orang, sementara yang baru saja terjadi di Padang Pariaman dikabarkan (Yang baru teridentifikasi) sekitar 1100 orang.

Terlepas dari kejadian gempa adalah hak prerogatif/kehendak Allah SWT, namun korban manusia bukanlah akibat langsung dari kejadian gempa itu sendiri, tetapi lebih banyak akibat dari keruntuhan bangunan buatan manusia, buatan praktisi, buatan civil engineers.

Berikut data Gempa detail yang saya peroleh dari USGS :
Magnitude
7,6
Date-Time
* Wednesday, September 30, 2009 at 10:16:09 UTC
* Wednesday, September 30, 2009 at 05:16:09 PM at epicenter
Location
0.725°S, 99.856°E
Depth
81 km (50.3 miles) set by location program
Region
SOUTHERN SUMATRA, INDONESIA
Distances
60 km (35 miles) WNW of Padang, Sumatra, Indonesia
225 km (140 miles) SW of Pekanbaru, Sumatra, Indonesia
475 km (295 miles) SSW of KUALA LUMPUR, Malaysia
975 km (600 miles) NW of JAKARTA, Java, Indonesia
Location Uncertainty
horizontal +/- 4.2 km (2.6 miles); depth fixed by location program
Parameters
NST=405, Nph=405, Dmin=534.3 km, Rmss=0.92 sec, Gp= 18°,
M-type=teleseismic moment magnitude (Mw), Version=A

Sedangkan Laporan dari Lokasi, Setidaknya 1100 orang tewas, 2181 luka-luka dan ribuan masih dalam pencarian. Lebih dari 2.650 bangunan rusak, tanah longsor dan komunikasi terganggu. Gempa juga dirasakan di seluruh Sumatera dan Jawa, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand. Gelombang tsunami juga terjadi tetapi relativ kecil dengan ketinggian dari 27 cm (diukur amplitudo relatif normal permukaan laut).

Sumatera selatan gempa bumi pada September 30, 2009 terjadi sebagai akibat dari dorongan miring-faulting dekat antarmuka subduksi pelat batas antara Australia dan lempeng Sunda. Di lokasi gempa bumi ini, Lempeng Australia bergerak ke utara-timur laut terhadap lempeng Sunda dengan kecepatan sekitar 60 mm / yr. Atas dasar kesalahan yang saat ini tersedia mekanisme informasi dan kedalaman gempa 80 km, kemungkinan bahwa gempa ini terjadi dalam subducting Lempeng Australia daripada di piring antarmuka itu sendiri. Akibat gempa bumi itu lebih dalam daripada tusukan khas subduksi gempa bumi yang umumnya terjadi pada kedalaman kurang dari 50 km. Di zona subduksi sekitar daerah langsung dari peristiwa ini tidak menyaksikan megathrust gempa bumi pada masa lalu, pecah terakhir dalam gempa M 8,5 atau lebih besar pada 1797. Sekitar 350 km ke arah selatan, 250 km bagian dari batas piring tergelincir saat gempa bumi 8,4 Mw pada bulan September 2007, sementara sekitar 300 km ke arah utara, sebuah 350 km bagian menyelinap selama 8,7 Mw gempa bumi pada Maret 2005. Pada awal 2008, batas piring updip gempa saat ini aktif di urutan 5-6 Mw gempa bumi. Tidak jelas bagaimana gempa hari ini berkaitan dengan urutan peristiwa megathrust zona subduksi pada bagian dangkal batas piring.
Untuk bahasan selanjugtnya, mengenai Struktur yang tahan terhadap Gempa dan tanda – tanda alam penyebab dari gempa akan saya ulas pada Teknik Gempa Bagian 2.
(Civil Engineering Community)
Read More - GEMPA PADANG MAGNITUDE 7,6 SCALA RICTER (Teknik Gempa Bag. 1)

Selamat Idul Fitri 1430H

16 September 2009 · 1 comments
Segenap Crew dan Staff dari CIVIL ENGINEERING COMMUNITY mengucapkan :
SELAMAT IDUL FITRI 1430H, Mohon Maaf Jika Selama ini ada salah - salah kata dalam penyampaian materi, Mohon Maaf Lahir dan Batin, Semoga Segala Amal ibadah kita dibulan Ramadhan diterima Allah SWT, Salam kami untuk Keluarga Tercinta, Sukses untuk Anda semua.
  Harapan dan doa kami sebagai masyarakat Indonesia:
  1. Semoga Indonesia semakin maju dalam perkembangan desain bangunan, yang mengutamakan struktur yang aman dan nyaman untuk digunakan. kita sebagai engineer sepertinya harus turut bertanggung jawab terhadap proses tersebut.
  2.  Indonesia lebih mempunyai daya saing dalam arsitektural dengan negara - negara lain, sehingga Indonesia terlihat semakin cantik dimata negara lain, sehingga Indonesia memiliki Praise tersendiri.
  3. Semoga masyarakat Indonesia bisa lebih peduli terhadap sesama, saling membantu, saling menolong agar kesenjangan yang terjadi dinegara kita bisa berkurang.


Salam Sukses untuk anda semua,
Wassalam
Read More - Selamat Idul Fitri 1430H

Mention Me for Question

Recent Coments

Followers

Man Behind This Blog

My Photo
Feri Noviantoro
Saat ini penulis Bekerja sebagai Civil & Structure Engineer di Bidang Oil & Gas, meskipun pada awal karir tidak langsung kedunia engineering, tetapi pemahaman dan pengetahuan tentang engineering tidaklah hilang, sudah lebih dari 4 Tahun bergelut dengan dunia struktur, dan sempat menjadi pengajar untuk Teknik Rancang Bangun (AutoCAD 2D&3D, SAP2000, RAB) saat masih kuliah, penulis sekarang aktiv dalam Research and Development Program untuk beberapa software Structure Dynamics dan Drawing untuk Structural Detailing.
View my complete profile